Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi. Tampilkan semua postingan

Hal Unik Dan Nyeleneh Yang Ada Di Jepang

by

Baca Juga

Sebagai salah satu negara termaju di Asia bahkan Dunia, Jepang merupakan negara yang menjadi favorit banyak warga Indonesia untuk di kunjungi. Di negara ini selain teknologinya yang terkenal sangat maju, tersimpan pula beragam keindahan lain diantaranya  bunga sakura yang sangat terkenal dan juga kultur masyarakatnya yang unik. Nah untuk urusan kultur masyarakat Jepang yang unik ini, mungkin akan terdengar aneh bagi kebanyakan telinga orang Indonesia. Karena selain selera humor mereka yang tak biasa, di negara yang berbatasan dengan Korea Selatan ini terdapat pula beragam produk unik, tempat wisata yang unik dan juga sekolah yang unik.  Hal Unik Dan Nyeleneh Yang Ada Di Jepang, 


Pemandian Air Panas Aneka Rasa

Pemandian Air Panas Aneka Rasa
Berendam di air hangat seusai lelah bekerja merupakan salah satu favorit warga Jepang. Karena itu tempat wisata yang menawarkan jasa kolam air panas atau di Jepang biasa disebut Onsen, nyaris terdapat di setiat daerah. Mulai dari yang sederhana sampai yang berbentuk resot mewah akan dengan mudah kita jumpai disana. Namun bukan Jepang namanya jika hanya puas dengan berendam di air panas biasa. Khusus di Jepang orang tak hanya bisa berendam dengan air panas biasa namun juga air panas dengan beraneka rasa, diantaranya rasa greentea, kopi, anggur merah, bir dan berbagai rasa minuman unik lainya. Kolam air panas unik ini bisa kita temui di sebuah resort bernama Hakone Kowakien Yunessun Spa, sebuah resort yang menggabungkan Onsen tradisional ala Jepang dengan kolam renang yang di isi dengan berbagai minuman dengan rasa yang unik. Bagaimana sahabat anehdidunia.com ada yang berminat mencoba saat berkunjung ke Jepang?

Kotatsu

Kotatsu
Satu hal unik lagi yang tak dapat di lepaskan dari kehiduan masyarakat Jepang adalah Kotatsu. Meja kayu kecil yang biasanya dilapisi dengan selimut tebal ini hampir pasti ada di setiap rumah yang ada di sana. Kotatsu sendiri berfungsi sebagai meja pemanas bagi masyarakat Jepang, di dalam Kotatsu terdapat pemanas elektrik dengan suhu yang sudah di atur untuk membuat suhu di dalamnya terasa hangat. Seperti yang kita tahu, Jepang merupakan salah satu negara terdingin di Asia, karena itu keberadaan Kotatsu bagi masyarakat Jepang sangatlah penting untuk menghangatkan tubuh saat musim dingin. Kotatsu sendiri sudah ada sejak jaman dulu kala dimana tungku batu bara yang di gunakan sebagai pemanasnya. Uniknya meski Kotatsu sangat mujarab sebagai penghangat saat musim dingin, kebanyakan pengguna Kotatsu hanyalah masyarakat Jepang, sedangkan negara tetangga mereka Korsel yang juga sama dinginya, tak banyak orang yang menggunakan Kotatsu.

Washlet Toilet

Washlet Toilet
Meskipun di setiap negara toilet memiliki fungsi yang sama, namun tak dapat dipungkiri jika tiap negara memiliki adab mereka sendiri dalam menggunakan toilet. Dan selain adab yang berbeda-beda di tiap negara, di Jepang toilet tak hanya sekedar di desain dengan model yang biasa. Sesuai dengan citra negaranya yang sangat maju di bidang teknologi. Toilet di Jepang juga dilengkapi dengan beragam mesin tambahan, diantaranya pengatur air, yang bisa mengatur air hangat atu dingin saat menyiram. Selain itu kita juga bisa mengatur suara air sesuai dengan kehendak kita. Tak hanya sampai di situ toilet di Jepang juga ada yang dilengkapi dengan pemutar musik. Toilet yang dilengkapi musik seperti ini biasanya merupakan toilet umum, dimana suara musik ini dimaksudkan untuk menutupi suara saat buat air agar tak mengganu orang lain.

Hotel Kapsul

Hotel Kapsul
Meski dikenal sebagai negara yang sangat maju, namun Jepang sebenarnya dihadapkan dengan masalah serius tentang ketersedianan lahan yang cukup untuk tempat tinggal warganya. Hal ini menyebabkan harga properti dan tanah di negara ini sangatlah mahal. Karena itu bukan hal yang aneh jika kita melihat orang yang hanya tinggal dalam kamar sewa yang sempit. Hal ini juga berlaku dalam bisnis hotel, di Jepang terdapat sebuah hotel unik yang hanya mewarakan sebuah ruangan sempit setara dengan sebuah kasur untuk tempat menginap. Akibat ruangan kamar yang begitu kecil dan mirip seperti kapsul inilah, hotel unik di Jepang ini sering juga disebut sebagai hotel kapsul. Hotel ini sendiri biasanya digunakan oleh para pekerja kantor yang pulang terlambat karena harus lembur di tempat kerja. Dengan harganya yang murah, hotel kapsul biasanya menjadi pilihan utama, karena biasanya hanya digunakan untuk tidur selama beberapa jam saja.

Dekotora

Dekotora
Di Indonesia kita tentu sudah familiar dengan truk-truk yang memiliki tulisan unik di bagian belakang bak belakangnya. Tulisan ini selain menghibur juga merupakan wujud dari perasaan para supir truk, seperti misalnya "Pantang Pulang Tanpa Uang", "Pulang Malu, Tak Pulang Rindu." Tren memodifikasi truk ini ternyata tak hanya ada di Indonesia saja, di Jepang para supir truknya ternyata juga senang untuk memodifikasi truk mereka. Hanya saja perbedaanya adalah mereka tak memberikan tulisan unik pada body truknya melainkan mendekorasi truk mereka dengan aneka lampu hias yang terlihat sangat ramai. Mereka juga tak tanggung-tanggung dalam menghabiskan dana dan waktu untuk membangun truk impianya. Kebiasaan memodifikasi truk ini sendiri di sebut Dekotora yang merupakan singkatan bahasa Inggris untuk Decoration Truk. Truk-truk Dekotora ini biasanya tampi sangat wah dan megah dengan densain lampu yang sangat rumit dan tata cahaya yang beitu terang. Hal ini membuat Dekotora menjadi pusat perhatian saat melintas di jalanan Jepang terutama saat malam hari.

Museum Parasit

Museum Parasit Meguro
Museum merupakan sebuah tempat untuk menyimpan berbagai macam koleksi untuk di pamerkan demi kepentingan ilmu pengetahuan. Karena itu di dunia ini terdapat berbagai macam museum mulai yang umum seperti museum sejarah, hingga museum yang unik seperti museum barang-barang mistis dan juga museum sex. Salah satu museum unik lain ada di Jepang yaitu Museum Parasit Meguro. Di museum yang menjadi salah satu kebanggan kota Tokyo ini, kita dapat melihat bernagai macam parasit yang tersimpan dengan rapi. Museum yang dibangun pada tahun 1953 ini akan telihat begitu menyeramkan terutama bagi mereka yang gampang Jijik. Karena di museum ini kita akan disuguhkan tak kurang dari 60 ribu jenis parasit. Ke 60 ribu parasit tersebut di bagi dalam 2 lantai. Di lantai satu kita akan menjumpai “Diversity of Parasites”, atau jenis parasit yang menumpang hidup di tubuh manusia. Sedangkan di lantai dua kita akan dibuat tercengang dalam “Human and Zoonotic Parasites”, yaitu parasit yang menggrogoti tubuh manusia. Salah satu contohnya seperti cacing pita sepanjang 9 meter dan juga cacing hati yang menggerogoti tubuh manusia dari dalam. Bagaimana apakah ada diantara sahabat anehdidunia.com yang berminat mengunjungi museum unik ini?

Misteri Belum Terpecahkan Di Indonesia Yang Menggemparkan Dunia

by

Baca Juga

Indonesia, negara dengan ribuan pulau dan beragam suku bangsa dan budaya. Negeri gemah ripah loh jinawi seperti sebutan orang barat pada zaman dulu ini ternyata juga banyak menyimpan misteri yang belum bisa dipecahkan. Seperti halnya misteri lainnya, beragama teori ilmiah pun muncul untuk menjawabnya. Namun, kepastiannya hingga sekarang masih belum bisa dibuktikan. Misteri tentang apa saja itu? Berikut informasinya.

Misteri Orang Boentoet Suku Berekor Dari Pulau Borneo


Teman anehtapinyata.net seorang berkebangsaan Norwegia bernama Carl Alfred Bock pada tahun 1879 menjelajahi pulau Borneo atau Kalimantan. Saat sedang menikmati jamuan makan durian, dia mendengar berita tentang keberadaan manusia berekor atau "Orang Boentoet" di pulau Kalimantan. Seketika dia pun teringat tentang kalimat yang disuarakan oleh Charles Darwin yaitu “tautan kerabat yang hilang”. Dengan berbekal sewa jasa pemandu yang dipercaya pernah melihat dan tahu persis tentang keberadaan Orang Boentoet, dia pun mulai menyelidiki keberadaan manusia berekor dari Kalimantan ini. Namun, usahanya tersebut nampaknya sia-sia, medan yang berat membuat Carl menyerah dan Orang Boentoet pun tidak pernah ditemukan. Menurut penuturan penduduk lokal, hanya orang beruntung saja yang dapat melihat keberadaan manusia unik ini, mereka tinggal jauh di dalam hutan dan keluar pada saat-saat tertentu saja. Hingga sekarang keberadaan dari Orang Boentoet, manusia berekeor dari Kalimantan kebenarannya tetap menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan.
Piramida Sadahurip Garut Yang Usianya Melebihi Piramida Giza Di Mesir


Teman anehtapinyata.net pada tahun 2012 silam sempat menyeruak berita tentang keberadaan Piramida besar di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Piramida Sadahurip oleh orang setempat disebut dengan Gunung Sadahurip karena banyak terdapat tanaman yang tumbuh di permukaannya. Namun jika dilihat dengan detail, gunung sadahurip tersebut bentuknya mirip bangunan limas yang merupakan ciri khas dari bentuk sebuah Piramida. Jika memang benar piramida, terus manusia pada zaman apa yang sudah berhasil membuat bangunan sebesar itu? Berapa usianya? Banyak teori yang mengatakan jika gunung tersebut adalah sebuah piramida dan umurnya melebihi Piramida Giza di Mesir. Namun untuk kepastiannya Piramida Sadahurip masih menjadi misteri. Piramida Sadahurip? Atau Gunung Sadahurip?

Homo Floresiensis Manusia Hobbit Dari Flores


Teman anehtapinyata.net pada tahun 2003 silam dunia digemparkan dengan penemuan 9 spesimen tulang yang diduga merupakan manusia jenis baru. Penemuan spesimen tersebut didapat dari Liang Bua, sebuah Gua Kapur yang terdapat di Flores. Yang membuat penemuan ini menarik adalah teridentifikasi bahwa tubuh dari penemuan itu sangat kecil dan tingginya hanya mencapai 1 meter saja.

Jika teman pernah menonton film "The Lord of The Ring", mungkin terlihat menyerupai manusia Hobbit. Atas penemuan misterius tersebut, para arkeolog dunia pun saling beradu argumen, ada yang mengatakan yang ditemukan tersebut adalah benar-benar manusia, dan adapula yang mengatakan jika penemuan tersebut adalah hewan kera pada zaman purba. Untuk pastinya, para arkeolog pun belum berani pasti menyebutkan tentang sosok manusia Hobbit dari Flores ini. Ada teori yang mengatakan jika Homo Floresiensis (sebutan untuk manusia Hobbit dari Flores) merupakan nenek moyang dari manusia modern atau Homo Sapiens. Mereka masuk Flores dan mengalami isolasi sampai tubuhnya mengerdil. Tapi pastinya tentang manusia Hobbit dari Flores ini masih menjadi misteri.

Suku Lingon Bermata Biru Dari Pedalaman Halmahera


Teman anehtapinyata.net suku Lingon merupakan sebuah komunitas suku yang tinggal dan hidup terpencil di pedalaman hutan Kepulauan Halmahera Timur. Keberadaannya sekarang sangat sulit untuk diketahui, sudah punah ataupun sudah berbaur dengan suku-suku lain masih menjadi misteri. Selain itu yang membuat suku Lingon ini menjadi misteri adalah tentang ciri fisiknya, terlihat orang-orang suku Lingon ini tidak seperti berasal dari ras weddoid, melanesia, polinesia, maupun mongoloid seperti rata-rata penduduk di wilayah Halmahera ini maupun wilayah Asia Tenggara pada umunya. Dengan tubuh besar, tinggi, putih, dan memiliki mata yang biru membuat mereka lebih terlihat seperti orang-orang dari ras kaukasoid, seperti ras dari orang-orang Eropa.

Populasi dari suku Lingon yang sulit diketahui ini kemungkinan karena dulunya suku ini dianggap menganut ilmu hitam, memiliki sihir, serta termasuk suku kanibal, sehingga kebanyakan suku Lingon ini sering mendapat ancaman dan gangguan dari suku pesisir yang hidup di pantai wilayah Halmhera. Tapi khusus untuk wanita-wanita suku Lingon, banyak ditangkap dan dijadikan istri oleh suku-suku lainnya karena kecantikannya. Suku ini sangat misterius, asal usul keberadaannya di Kepulauan Halmahera tersebut hingga kini belum dapat dipecahkan. Ada teori yang mengatakan jika pada zaman dahulu ada kapal dari Eropa yang karam di kepulauan Halmahera, dan para awak kapal serta penumpang yang selamat tinggal dan menetap di kepulauan Halmahera. Tapi untuk pastinya, asal usul dari Suku Lingon bermata biru dari Kepulauan Halmahera ini masih menjadi misteri.
Situs Megalitikum Gunung Padang Yang Umurnya Menyamai Piramida Mesir


Teman anehtapinyata.net situs Megalitikum Gunung Padang merupakan sebuah situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum yang terletak di Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.Penemuan situs Megalitikum terbesar di Indonesia ini pertama kali sebenarnya telah dilaporkan keberadaannya pada tahun 1914 dalam Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") dan oleh sejarahawan Belanda yang bernama N. J. Krom pada tahun 1949. Namun kemudian situs ini pun sempat terlupakan dan baru diadakan penelitian lebih lanjut pada tahun 2011 lalu. Luas dari situs ini sendiri 20 kali besarnya dari luas Candi Borobudur dengan ketinggian mencapai 220 meter.

Teman anehtapinyata.net sebelum dilakukan penelitian, masyarakat setempat memang telah mengeramatkan situs tersebut, mereka menganggap situs tersebut sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam. Namun, dari segi ilmiahnya para arkeologi pun masih kebingunan menemukan fakta terkait situs ini, siapa yang membangun? Untuk Apa? Dibangun dalam zaman apa? Semuanya tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Banyak yang meyakini kalau situs Megalitikum Gunung Padang usianya jauh lebih tua dari Candi Borobudur dan umurnya hampir sama dengan Piramida di Mesir.

MISTERI KEANGKERAN GUNUNG LAWU DAPAT TERLIHAT DENGAN APLIKASI GOOGLE EARTH

by

Baca Juga


Misteri Gunung Lawu


Peristiwa kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Lawu telah menyayat hati rakyat Indonesia. Hingga saat ini tidak kurang dari 7 orang pendaki telah ditemukan tewas akibat keganasan api yang berkecamuk di gunung tertinggi ke lima di Indonesia ini.

Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi bencana ini. Namun api yang berkobar sulit dipadamkan karena angin yang semakin membuatnya merembet kemana-mana.

Sebelum kebakaran terjadi, Gunung Lawu merupakan salah satu gunung favorit pilihan pendaki. Hampir setiap hari Gunung yang termasuk ke dalam Seven Summits Of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa) ini selalu dipenuhi pendaki.

Gunung ini memiliki ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut. Keunikan Gunung ini semakin menarik perhatian para peneliti ketika Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengatakan bahwa dari luar angkasa mereka melihat cahaya beraturan membentuk segi delapan atau oktagon di lereng Gunung Lawu, kawasan Candi Sukuh.

Lokasi Gunung Lawu

Gunung Lawu terletak di Pulau Jawa, tepat di perbatasan antara Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Saat ini status Gunung Lawu tidak aktif, dapat terlihat dari puncaknya yang tererosi. Terdapat empat kawasan hutan di Gunung Lawu yaitu Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

Di atas Gunung Lawu terdapat tiga puncak yaitu Puncak Hargo Dalem, Puncak Hargo Dumiling, dan Puncak Hargo Dumilah. Puncak Hargo Dumilah adalah puncak tertinggi yang dimiliki gunung ini. 

Sejumlah tempat favorit yang menjadi tujuan wisata di gunung ini di antaranya adalah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Selain itu terdapat berbagai candi peninggalan kerajaan kuno Majapahit yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Candi Sukuh Di Gunung Lawu
Candi Sukuh Di Gunung Lawu
Candi Cetho Di Gunung Lawu
Candi Cetho Di Gunung Lawu

Terdapat komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran di kaki gunung ini yaitu Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Dekat dari komplek pemakaman ini terdapat Astana Giribangun, yang diperuntukkan bagi keluarga presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Gunung Lawu adalah salah satu Gunung Purba

Sebelum dinamakan Gunung Lawu, dahulu gunung ini bernama Wukir Mahendra. Gunung tertua di Pulau Jawa ini juga termasuk ke dalam salah satu gunung purba. Sejak 1600 tahun lalu sejarah tidak pernah mencatat adanya erupsi di gunung ini. Namun demikian, para ahli meyakini bahwa di gunung ini pernah terjadi erupsi jauh sebelumnya.

Keunikan gunung ini, para pendaki mengatakan bahwa di bagian puncak banyak ditemukan bebatuan persis seperti jenis bebatuan yang ditemukan di dasar laut. Penemuan jenis batu ini menandakan bahwa jutaan tahun silam puncak Gunung Lawu berada di dasar laut. Namun lama kelamaan dataran tersebut semakin meninggi sementara laut menjadi surut.

Bukti lain yang mendukung Gunung Lawu sebagai gunung purba adalah ditemukannya flora dan fauna langka di gunung tersebut seperti cemara gunung, Edelweis, Harimau, dan Elang Jawa. Jejak kehidupan masyarakat pra-sejarah pun banyak ditemukan di gunung ini. Berbagai fosil purbakala masih tersimpan rapi di museum Sragen hingga saat ini.

Pendakian Gunung Lawu

Gunung Lawu adalah tempat favorit para pecinta gunung. Waktu yang paling ramai dikunjungi para pendaki adalah saat malam 1 Sura. Pada malam itu banyak para peziarah yang mendaki hingga ke puncak. Karena ramainya, di puncak bukit banyak terdapat penjaja makanan yang mencoba mengais rejeki.

Biasanya pendakian dimulai dari Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah atau Cemorosewu di Sarangan, Jawa Timur. Gerbang masuk kedua basecamp tersebut hanya terpisah jarak sejauh 200 meter. Di dekat pintu masuk Cemorosewu terdapat sebuah bangunan seperti mesjid yang sebenarnya adalah sebuah makam.

Pintu Masuk Cemoro Sewu
Pintu Masuk Cemoro Sewu
Pendakian dari Cemorosewu:
1. Melewati dua mata air, Sendang Panguripan dan Sendang Drajat
2. Melewati 5 pos.
3. Jalur lebih terjal namun waktu tempuh lebih singkat.
4. Jalan terbuat dari batu-batu yang sudah tertata.
5. Jalur dari pos 3 menuju pos 4 terbuat dari batu alam
6. Di dekat pos 4 akan terlihat Telaga Sarangan dari jauh.
7. Pendakian sebaiknya dilakukan malam hari karena sangat berat jika siang hari.

Misteri Gunung Lawu

Aura mistis yang menyelimuti gunung ini membuatnya dijuluki sebagai salah satu gunung paling angker di Indonesia. Karena keangkerannya, gunung ini sering menjadi tempat pertapaan para tokoh nusantara sejak jaman kerajaan kuno.

Konon presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pernah menginjakkan kaki di atas puncak Gunung Lawu. Bahkan Pak Soeharto, presiden kedua RI pun menjadikan Gunung Lawu sebagai tempat melakukan kegiatan spiritualnya.

Kecintaan Pak Harto pada Gunung Lawu masih sangat tertanam hingga akhir hayatnya. Sehingga ketika meninggal pun beliau memilih untuk dimakamkan di kaki Gunung Lawu yaitu di kompleks Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar.

Mereka yang pernah mendaki ke gunung ini tentu sudah mengalami berbagai kejadian mistis yang tidak bisa dipahami logika. Masyarakat dan pendaki meyakini bahwa di puncak terdapat pasar setan. Pasar tersebut tidak terlihat secara kasat mata namun pada malam tertentu terlihat ramai seperti pasar nyata.

Seringkali kejadian mistis menimpa para pendaki dimana ada suara yang terdengar berkata, "mau beli apa?" dalam bahasa Jawa. Namun ketika pendaki tersebut berpaling dan mencari sumber suara tersebut ternyata tidak terlihat seorang pun.

Di gunung ini sering terjadi turunnya kabut pekat yang sangat berbahaya hingga dapat membuat orang tersesat. Masyarakat setempat berpesan jika di tengah perjalanan turun kabut seperti ini maka segera berhenti dan tiarap sampai kabut tersebut menghilang.

Beberapa pendaki yang tersesat dapat kembali menemukan arah pulang asalkan memiliki niat baik. Menurut cerita penduduk setempat, pendaki yang mempunyai niat baik akan dituntun seekor burung jalak Lawu berwarna kuning untuk mencari jalan keluar.

Kejadian lain yang pernah terjadi di Gunung Lawu adalah munculnya pertanda jika ada kejadian tertentu. Pernah terjadi peristiwa meninggalnya seorang pendaki di Gunung Lawu. Tim SAR yang diterjunkan untuk mencari jasad pendaki tersebut awalnya mengalami kesulitan, namun ketika itu muncul kabut yang berpusat di satu titik. Saat itu tim SAR memutuskan untuk segera melakukan pencarian di titik tersebut dan memang benar ditemukan jasad di situ.

Puncak Gunung Lawu juga dipenuhi aura mistis yang kental. Mereka yang baru pertama kali mendaki pasti akan merasa kebingungan di mana letak puncak sesungguhnya, padahal letaknya tepat berada di tengah namun seolah tertutupi sesuatu.

Keanehan lain tentang gunung ini adalah jika kita mencoba melihat Gunung Lawu dari pancaran satelit menggunakan aplikasi Google Earth maka di bagian barat gunung terlihat ditutupi cahaya berwarna kebiruan. 

Cahaya Segi Delapan

Masyarakat setempat mengakui sering melihat fenomena munculnya cahaya yang membentuk segi delapan (oktagon) yang berasal dari tiap sudut candi. Format segi delapan yang terbentuk oleh sinar tersebut bagaikan portal yang mengarah ke atas.

Masyarakat di lereng Gunung Lawu meyakini bahwa portal tersebut adalah gerbang menuju alam gaib. Pada jaman pemerintahan Bung Karno hingga pemerintahan Pak Harto gerbang tersebut sering terlihat, namun saat ini sudah sangat jarang. 

Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) pernah menyatakan bahwa bentuk Candi Sukuh yang terlihat dari luar angkasa sangat beraturan membentuk segi delapan. Dari setiap sisi candi muncul cahaya di waktu tertentu yang membentuk satu titik. 

Masyarakat setempat sudah tidak asing lagi dengan cahaya yang terpantau satelit NASA tersebut karena mereka sudah sering melihatnya. Sesekali cahaya tersebut mengarah ke angkasa. Mereka tidak pernah berani mendekati cahaya tersebut karena takut menghilang. 

Berdasarkan cerita turun temurun dahulu di puncak gunung terdapat sebuah desa namun tiba-tiba menghilang dan hingga kini tidak diketahui penyebabnya. Yang tertinggal dari keberadaan desa itu hanyalah sisa peralatan rumah tangga.

Satelit NASA juga pernah mendeteksi adanya sinar terang yang berkelebat ke angkasa. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata sinar tersebut mengarah dari koordinat tempat Gunung Lawu berada. Namun anehnya yang terlihat dalam peta digital saat itu hanya komplek candi saja sedangkan gunung tersebut nampak tertutup tidak terlihat.

Kisah Sejarah Di Gunung Lawu

Gunung Lawu menyimpan banyak kejadian sejarah yang menarik. Salah satu peristiwa sejarah yang terjadi di Gunung Lawu adalah perang antara kerajaan Majapahit dan Demak. Majapahit adalah kerajaan Hindu paling besar di Pulau Jawa. Namun pada saat pemerintahan Prabu Brawijaya kerajaan tersebut mengalami keruntuhan.

Penyebab keruntuhan Majapahit adalah karena semakin meluasnya pengaruh Islam di Pulau Jawa melalui kerajaan Demak. Saat itu kerajaan Demak dipimpin oleh Raden Fatah yang merupakan anak kandung Prabu Brawijaya.

Pada awalnya Raden Fatah mengajak ayahnya untuk memeluk Islam secara baik-baik, namun respon sang Prabu tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga pecahlah perang antara kedua kerajaan tersebut.

Pertempuran itu akhirnya dimenangkan oleh kerajaan Demak sehingga membuat Prabu Brawijaya melarikan diri ke Gunung Lawu. Larinya raja Majapahit ke Gunung Lawu tersebut juga disebabkan adanya pengejaran yang dilakukan Adipati Cepu.

Adipati Cepu memang memendam dendam kesumat kepada Prabu Brawijaya. Dan ketika mengetahui Kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan maka dia mengambil kesempatan itu untuk memburu dan membunuh sang Prabu.

Prabu Brawijaya melarikan diri hingga ke puncak Gunung Lawu. Disertai kekecewaan dan rasa sakit hati yang teramat dalam, ia mengucapkan sebuah sumpah yang diceritakan turun temurun sampai sekarang. Sumpah itu berisi larangan bagi warga Cepu dan keturunan Adipati Cepu untuk pergi ke puncak Gunung Lawu.

Selain Prabu Brawijaya, raja besar Jawa lainnya yang juga dipercaya menjadikan puncak Gunung Lawu sebagai mukso atau tempat menghilang adalah Raja Airlangga dari Kerajaan Kediri Lama.

Top Ad 728x90